Translate

Sunday, April 19, 2015

teori sediaan tablet farmasi

Tablet
Tablet adalah sediaan padat kompak yang dibuat secara kempa atau catak dalam bentuk tabung pipih atau serkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu atau lebih jenis obat, dengan atau tanpa bahan tambahan.
Secara umum formulasi suatu tablet dapat mencakup susunan komponen, mctode pembuatan, proses pcmbuatan. peralaian dan pengemas yang digunakan. Sebelum dilakukan tbrmulasi terlebih dahulu dilakukan tahap preformulasi,
Preformulasi salah satunya bertujuan untuk mengetahui sifat fisika kimia bahan baku komponen tablet. Untuk formulasi tablet diperlukan data-data terhadap sifat bahan yang meilputi antara lain sifat alir, kompaktibilitas, daya serap air, ukuran partikel, bentuk Kristal, kelarutan, disolusi secara in vitro maupun stabilitas terhadap cahaya, temperatur dan kelembaban. Mengapa demikian ?
Dalam pembuatan tablet seringkali dibutuhkan bahan tambahan untuk fonnulasinya. Hal tersebut disebabkan beberapa hal yaitu volume / berat bahan aktif yang tidak mencukupi selain volume yang tidak mencukupi faktor kompresibilitas alau kompaktibililas mcnjadi alasan diperlukannya bahan tambahan.
Selain bahan obat di dalam formulasi tablet diperlukan bahan-bahan tambahan berupa:
·        Bahan pengisi :   faktosa,   sukrosa,   glukosa,   dikalsium  fosfat,  kalsium karbonat.
·        Bahan pengikat: gelatin, PVP, sukrosa, gom, akasia, mucilago amili.
·        Bahan penghancur : amilum, mikrokristalin selulose, natrium karboksimetil selulose.
·         Bahan pelicin:
ü  Glidan           : memperbaiki sifat alir (silika, mg. stearat, talk)
ü  Lubrikan       : mengurangi gesekan antara tablet dan dinding die atau
    dinding diedengan punch (asam stearat, mg. stearat, na.
    lauril sulfa)
ü Antiadheren   : mencegah melekatnya tablet pada punch dan dinding die
 yang bukan karena efek gesekan (mg. stearat talk,  selulose)
Metode pembuatan tablet :
1.        Kempa Langsung (direct compression)
·      Pada pembuatan tablet dengan metode cetak langsung, campuran obat dan semua bahan tambahan (pengisi, pcnghancur, pelincir) dicampur kemudian dicetak.
·      Syarat agar campuran tersebut dapat dicetak, antara lain : mempunyai sifat alir yang baik, kompressibilitas tinggi dan mempunyai efek lubricant yang baik.
·      Keuntungan metode Cetak Langsung :
o  Lebih ekonomis dibanding kedua metode yang lain
o  Tidak terpengaruh oleh panas dan kelembaban
o  Stabilitas produk terjamin
o  Ukuran partikel seragam
·      Kerugian :
o  Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara obat dengan pengisi  dapat  menimbulkan  slratifikasi  di  antara granul  yang selanjutnya dapat menimbulkan tidak seragamnya isi obat dalam tablet.
o  Pada obat dosis besar, pcrlu lambahan bahan pengisi sehingga tablet menjadi besar.
o  Bahan pengisi  yang bisa dicelak langsung, biasanya harganya mahal
·      Masalah dalam metode Cctak Langsung
o  Masalah Teknis           : Sifat alir & kompressibilitas
o  Masalah Ekonomis     : bahan-bahan yang digunakan mahal
2.        Granulasi kering (dry granulation)
o   Merupakan metode yang biasa digunakan untuk bahan obat yang tidak tahan pemanasan dan kelembaban.
o   Granulasi Kering dilakukan dengan cara mcnckan massa scrbuk yang tidak berbentuk baik, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan.
3.        Granulasi basah (wet granulation)
o  Merupakan metode tertua yang paling luas dan paling banyak digunakan dalam proses pcmbuatan tablet
o  Hal tersebut disebabkan oleh karena hampir sernua bahan obat/kebanyakan dapat dicetak dengan metode ini dan memenuhi semua pcrsyaratan tablet baik
o  Keuntungan metode Granulasi Basah
§  Terbentuknya granul èmemperbaiki sifat alir dan kompresibilitas, proses kompaksasi lebih miidah karena pecahnya granut membentuk permukaan baru yang lebih aktif.
§  Obat-obat dosis tinggi yang mempunyai sifat alir dan kompresibilitas jelek maka dengan proses granulasi basah hanya perlu sedikit bahan pengikat.
§  Untuk bahan dengan dosis rendah dengan pewarna, maka distribusi lebih baik dan menjamin keseragaman isi zat aktif.
§  Granulasi    basah    mencegah    segregasi    komponen-komponen campuran yang sudah homogen.
§  Memperbaiki dissolusi obat yang bcrsifat hidrofob
Problem Pencetakan Tablet
1.        Binding
Keadaan dimana balian yang ditablet sebagian raelekat pada die atau matris,
sehingga sukar didorong keluar.
2.        Sticking
Keadaan di mana sebagian massa tablet melekat pada punch.
3.        Capping
Keadaan dimana lapisan atas atau bawah tablet terbelah sebagian atau seluruhnya, Hal ini dapat terjadi SEGERA setelah keluar dari cetakan atau setelah BEBERAPA WAKTU kemudian.
4.        Mottling
Keadaan dimana terjadi warna yang tidak merata pada permukaan tablet.
5.        Variasi Berat
Tablet yang dihasilkan lidak inemenuhi syarat keragaman bobot.
Uji mutu fisik granul:
1.        Sifat alir
Sifat alir suatu massa dapal diketahui secara :
Langsung             : metode corong.
Tidak langsung     : pengukuran sudut diam & pengukuran densitas massa.
2.        Kompaktibilitas
3.        Daya serap air
Uji mutu fisik tablet
1.        Keseragaman bobot
2.        kekerasan
3.        Kerapuhan
4.        Waktu hancur
Tablet Salut
Penyalutan tablet mempunyai tujuan untuk :
1.        Menutupi rasa dan bau yang lidak enak
2.        Melindungi zat berkhasiat terhadap pengaruh luar dan benturan mekanik
3.        Memperindah bentuk luar
4.        Mempermudah identifikasi dan tujuan khusus lain
5.        Memperlama kerja obat dalam badan
Dilihat dari proses, peralatan dan bahan yang digunakan, penyalutan tablet dapat dibedakan sebagai berikut:
1.        Penyalulan dengan gula (sugar coaling)
2.        Penyalutan lapis tipis (film coating)
3.        Penyalutan secara kompresi (Compression coating)
4.        Penyalutan cara lain (Air suspension coating)
Masing-masing cara. tersebut mempunyai ciri tersendiri, keunggulan, kerugian dan kesulitan teknis yang berbeda-beda.
Seperti tersebut dalam namanya, tablet salut gula adalah tablet inti (core) yang dilapisi dengan lapisan gula. Tablet ini harus mempunyai syarat sebagai berikut:
1.      Permukaan halus
2.      Bentuk secembung mungkiti
3.      Harus keras supaya tahan terhadap benturan mekanik selama proses penyalutan berlangsung
4.      Kerapuhan serendah mungkin
5.      Bebas debu dan memenuhi persyaratan farmakope
Proses   pembuatan   tablet   salut   dikerjakan   secara   bertahap   yaitu sealing, subcoating, coloring, dan polishing.

Hanif Nur Assyifa

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 FARMASI OBAT HERBAL.

Designed by Templateiy & CollegeTalks