Translate

Saturday, September 20, 2014

Pembuatan Tablet : Metode Granulasi kering (slugging)

       Tablet adalah sediaan padat, dibuat sceara kempa cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bular, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat
pengembang, zat pembasah. Tablet digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal atau sistemik.



Untuk pembuatan tablet diperlukan zat tambahan, berupa :
  1.      Zat pengisi dimasukkan untuk memperbesar volume tablet. Biasanya digunakan Sacharum Lactis, Amylum Manihot, Calcii Phoshas, Calcii Carbonas dan zat lain yang cocok.
  1.       Zat pengikat dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Biasanys yang digunakan adalah mucilago gummi arabici 10-20 % (panas), solutio Methylcellulosum 5 %.
  1.    .  Zat penghancur, dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Biasanya yang digunakan adalah Amylum Manihot kering, Gelatinum, Agar-agar, Natrium Alginat.
  1.       .Zat pelicin, dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan. Biasanya digunakan Talcum 5 %, Magnesii Stearas, Acidum Stearinicum.
(Anief, 2007).


     
            Granulasi kering  (slugging) adalah proses pembuatan tablet dengan cara mencampurkan zat aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk kemudian dikempa, lalu dihancurkan menjadi partikel yang lebih besar, lalu dikempa kembali untuk mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan. prinsipnya membuat granul yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat dan pelarut. metode ini boleh digunakan apabila :
  • zat aktif memiliki sifat aliran yang buruk (tidak amorf)
  • zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab
  • kandungan zat aktif dalam tablet tinggi



Granula adalah gumpalan-gumpalan dari partikel-partikel yang lebih kecil. Umumnya terbentuk tidak merata dan menjadi seperti partikel tunggal yang lebih besar. Ukuran biasanya berkisar antara ayakan no.4-12, walaupun demikian granula dari macam-macam ukuran lubang ayakan mungkin dapat dibuat bergantung pada tujuan pemakaiannya (Ansel, 1989).

     Granulasi adalah proses pembuatan ikatan partikel-partikel kecil membentuk padatan yang lebih besar atau agregat permanen melalui penggumpalan massa, sehingga dapat dibuat granul yang lebih homogen dari segi kadar, massa jenis, ukuran serta bentuk partikel.
Adapun fungsi granulasi adalah untuk memperbaiki sifat aliran dan kompressibilitas dari massa cetak tablet, memadatkan bahan-bahan, menyediakan campuran seragam yang tidak memisah, mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif, mengurangi debu, dan memperbaiki penampakan tablet.

Metode granulasi kering digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :
1.      Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi
2.      Zat aktif susah mengalir
3.      Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab
(Andayana, 2009)

Keuntungan cara granulasi kering adalah:
1.      Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu
2.      Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab
3.      Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat
(Andayana, 2009).

Kekurangan cara granulasi kering adalah:
1.      Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug
2.      Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam
3.      Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang
(Andayana, 2009).

       Granulasi basah adalah cara pembuatan TABLET dengan mencampurkan zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dengan jumlah yang tepat sehingga diperoleh masa lembab yang dapat digranulasi. metode ini bisa dilakukan apabila zat aktif tahan lembab dan tahan panas dan sifat 


indah kunyit

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 FARMASI OBAT HERBAL.

Designed by Templateiy & CollegeTalks