Translate

Saturday, April 25, 2015

Cara pembuatan tablet effervescent




Tablet effervescent adalah sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida (CO2).
Tablet effervescent terdiri dari campuran antara natrium bikarbonat dengan asam sitrat atau asam tartrat yang apabila dicelupkan ke dalam air maka akan berbuih atau membentuk gas CO2.
Metode pengolahan tablet effervescent dapat diolah dengan beberapa metode diantaranya dengan metode granulasi basah, metode granulasi kering, dan Fluidized Bed Granulation.

Granulasi basah yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan zat tambahan menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang sesuai sehingga menjadi massa lembab yang dapat digranulasi. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas, umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Granulasi basah dibagi menjadi tiga cara yaitu dengan menggunakan panas, dengan menggunakan cairan non-reaktif, dan dengan cairan reaktif.
Pada proses granulasi kering komponen-komponen tablet dikempa dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikempakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug, pada proses selanjutnya slug diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug didapat belum memuaskan maka prosesnya dapat diulang kembali.
Teknik ini cukup baik digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektifitas yang terlalu tinggi untuk dicetak langsung atau zat aktif yang peka terhadap pemanasan dan kelembaban. Selain dengan slugging granulasi kering juga dapat menggunakan alat yang disebut roller compactor atau chilsonator. Granulasi kering digunakan untuk bahan-bahan yang tidak dapat dicetak menggunakan cara granulasi basah dan memerlukan prekompresi untuk menambah kerapatan dan mengeluarkan udara yang terperangkap pada pori.
Pada cara Fluidized Bed Granulation ini asam dan karbonat disuspensikan dalam aliran udara panas membentuk gumpalan. Sejumlah cairan granulasi, biasanya air, dimasukkan dalam bentuk dispersi halus. Akhirnya terbentuk granul yang siap untuk dicetak menjadi tablet setelah dikeringkan dalam alat yang disebut fluidized bed. Cara ini memiliki keuntungan, karena semua proses pencampuran bahan granulasi dan pengeringan dilakukan dalam satu alat sehingga dapat mengurangi hilangnya karbondioksida.
Pembuatan tablet effervescent memerlukan kondisi yang khusus, yaitu tingkat kelembaban rendah dan suhu yang khusus dalam proses pembuatannya. Kelembaban relatif maksimum dua puluh lima % pada suhu kamar 25oC atau kurang, biasanya sudah cukup untuk menghindari masalah yang ditimbulkan oleh kelembaban udara.
Bahan baku tablet effervescent pada umumnya mempunyai sifat higroskopik, sehingga pada proses produksi dilakukan pada kondisi ruangan produksi dengan kelembaban rendah yaitu RH 20-25% dan suhu 25oC atau kurang. Namun ada juga pabrik yang melakukan proses produksinya dalam area dengan kelembaban normal, tetapi campuran akhirnya disimpan dalam area dengan kelembaban rendah, demikian pula pencetakan dan pengemasannya dilakukan pada kondisi kelembaban yang rendah.

Hanif Nur Assyifa

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 FARMASI OBAT HERBAL.

Designed by Templateiy & CollegeTalks