Translate

Saturday, May 31, 2014

obat antihistamin



Anti Histamin

Autakoid
à Substansi (kimia) selain transmitor yang secara normal ada di dalam tubuh dan punya peran atau fungsi fisiologik penting baik dalam keadaan normal (sehat) maupun patologik (sakit)
à Histamin, Serotonin, Bradikinin, Prostaglandin.

DEFINISI
Histamin dan serotonin (5-hydroxytryptamine) : amin biologik yang terdapat dalam berbagai macam jaringan yang penting dalam fungsi fisiologik.
Efek histamin timbul melalui aktivasi reseptor histaminergik H1, H2 dan H3.

•          Aktivasi reseptor H1:
–        penurunan tekanan vaskular perifer
–        vasokontriksi arteri koroner
–        bronkospasme
–        kontraksi otot polos ileum
–        rasa sakit dan gatal pada ujung saraf kulit
•          Aktivasi reseptor H2
–        penurunan tahanan vaskular perifer
–        vasodilatasi kulit muka
–        dilatasi arteri pulmonalis
–        bronkodilatasi
–        sekresi asam lambung
•          aktivasi reseptor H3
–        presinaps di otak (ssp)
–        mengatur pelepasan neurotransmitter lain
•          aktivasi reseptor H4
–        baru ditemukan
–        dicurigai terdapat di sal. cerna dan sumsum tulang belakang

ANTI-HISTAMIN
•          Merupakan antagonis reversibel reseptor H1
•          Menghambat pengikatan histamin pada reseptornya tetapi tidak memblok pelepasan histamin dibagi menjadi 2 generasi

Generasi 1 :
•          molekul kecil
•          lipofilik
•          dapat melintasi BBB
•          tidak spesifik terhadap Res. H1
•          contoh :
–        etolamin (difenhidramine, dimenhidrinat)
–        etilendiamin (tripelenamine, antazoline)
–        alkilamin (klorfeniramine)
–        piperazin (siklizin)
–        dll
•          diabsorbsi dengan baik di saluran cerna
•          t1/2 : 3-4 jam
•          distribusi luas dapat melintasi BBB
•          cepat termetabolisme
•          mempunyai efek sedatif

Generasi 2
•          Modifikasi dari gen-1 untuk mengurangi efek samping
•          lebih selektif terhadap reseptor H1
•          contoh :
–        terfenadine
–        loratadine
–        cetirizine
–        mizolastine
–        astemizole
•          onset relatif lebih cepat
•          t1/2 relatif lebih lama
•          anak-anak memetabolisme lebih cepat

Indikasi Klinis
•          Reaksi alergi
–        alergi akut dengan rhinitis
–        urtikaria
–        dermatitis dll
•          Anti emetik
–        Prometazine
•          Motion sickness
–        dimenhidrinat
–        difenhidramine
Efek samping obat ( ESO )
•          Gen 1:
–        interaksi dengan Antikolinergik SSP
–        reaksi GI
–        umum : sedasi, pening, pandangan kabur, euphoria, cemas, tremor, mual muntah, konstipasi, diare, mulut kering dll
•          Gen 2:
–        drowsiness, pusing, mual muntah
Klorfeniramin ( CTM )
•          Dari golongan alkilamin paling poten & stabil
•          Puncak dalam plasma 30-60 menit
•          Metabolisme pertama di hati & di mukosa saluran pencernaan selama proses absorbsi
•          Distribusi secara luas termasuk SSP
•          50% dari dosis diekskresikan terutama melalui urine (12 jam) dalam bentuk asal dan metabolitnya
•          Lama kerja 4-6 jam
•          Dosis
•          3-4 x/hari (4-6 mg p.o) à max 24 mg/hari
•          Sediaan
•          Elixir, 2 mg/5 ml :  120 ml, 480 ml
•          Tablet, 2 mg dan 4 mg
•          Retarded tablet, 8 mg dan 12 mg
Difenhidramin
•          Derivat etanolamin
•          Metabolisme pertama di hati
•          Hanya 40-60 % yang mencapai sirkulasi sistemik à distribusi luas termasuk SSP
•          Kadar puncak 1-5 jam, bertahan selama 2 jam
•          Waktu paruh 2,4 sampai 10 jam
•          Bersifat iritatif dan dapat menyebabkan nekrosis setempat
•          Dosis
•          25-50 mg p.o à max 300 mg/hari
•          Lama kerja 4-6 jam
•          Pemberian 100 mg/ lebih menyebabkan hipertensi, takikardi dan pemendekan diastol
•          Sediaan
•          Tablet, 25 dan 50 mg
•          Elixir, 12,5 mg/5 ml : 120 cc, 480 cc
•          Injeksi, 50 mg/ml : 1 ml ampul
                                               
Loratadin
•          Trisiklik piperidin long acting
•          Efek sedatif dan antikolinergik minimal
•          Masa kerja lama (24 jam)
•          Metabolit utama : deskarboetoksi-loratadin
•          Cepat diabsorbsi
•          Puncak dalam plasma 1-1,5 jam
•          Waktu Paruh 8-11 jam
•          Ekskresi urine 40 %, feses 42 %, ASI 0,029 %
•          Indikasi : rinitis alergi, urtikaria kronik idiopatik pada pasien >6 tahun
•          Efek samping : fungsi miokardial kalium channel à tidak disritmia
•          Dosis
•          10 mg p.o dosis tunggal
•          pada anak < 30 kg : 0,5 mg/kgBB dosis tunggal
•          Sediaan
•          Sirup 1 mg/ ml : 480 cc
•          Tablet 10 mg
•          Reditabs 10 mg
Cetirizine
•          Metabolit karboksil asid dari hidroksisin
•          Ekskresi lewat urine 60 %, feses 10 %
•          Cepat diabsorbsi dan sedikit di metabolisme
•          Kadar puncak plasma 1 jam
•          Waktu paruh 7 jam
•          Lama kerja 12-24 jam
•          Menghambat eosinofil, neutrofil, basofil, IgE dan menurunkan prostaglandin D2
•          Indikasi : urtikaria kronik (AS), cold urticaria
•          Dosis
•          10 mg/hari (dosis tunggal) à max 20 mg
•          0,3 mg/KgBB (anak-anak)
•          5 mg/hari (kelainan hepar dan ginjal)
•          Sediaan
•          tablet, 5 mg, 10 mg
•          sirup, 5 mg/ml : 120 ml

ANTAGONIS H-2 RESEPTOR
•          Antagonis H-2 diciptakan karena H1 tidak mempunyai daya hambat di lambung
•          Nenek moyang : burinamid dan cimetidine
•          Penggantian cincin :
–        furan : Ranitidine
–        tiazol : Famotidine
•          lebih bersifat hidrofilik
•          menghambat interaksi histamin dengan reseptor H2 secara kompetitif dan selektif sehingga tidak punya efek pada H1

fsjsff

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 FARMASI OBAT HERBAL.

Designed by Templateiy & CollegeTalks